Mahasiswa, Globalisasi, dan Kunci Kemajuan Bangsa
oleh : Muhammad Alfian Fadhilah
prodi : PGSD
nim : 1107617151
Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. Founding father pendidikan bangsa Indonesia, Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa “pendidikan adalah suatu daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani yang selaras dengan alam dan masyarakatnya”. Hal senada juga disampaikan oleh John Stuart Mill bahwa “Pendidikan adalah sesuatu yang meliputi pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk dirinya atau yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat kesempurnaan” Kedua pemikir tersebut menjelaskan pentingnya sebuah pendidikan untuk membentuk pribadi-pribadi berkarakter. Saat ini, pemerintah Indonesia sudah fokus pada peningkatan sumber daya manusia. Disebutkan dalam Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang pendidikan Nasional pasal 1 yaitu “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” Implementasi pendidikan nasional ini telah tertuang dalam berbagai program yang terfokuskan pada pendidikan wajib belajar 9 tahun merupakan salah satu pengenjawentahan dari pendidikan Nasional.
Menurut hemat saya, fokus pemerintah dalam bidang pendidikan sudah sangat baik dilakukan namun diantara sekian banyak permasalahan di bidang pendidikan, Tantangan globalisasi merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Dalam menghadapi globalisasi, peran mahasiswa sebagai pengemban tridharma perguruan tinggi negeri mendapatkan peran khusus dalam menghadapi globalisasi. Globalisasi adalah suatu fenomena yang bernada mengancam pendidikan Indonesia. Globalisasi secara negatif dapat berdampak besar pada akulturasi budaya dan proses penghilangan jati diri masyarakat Indonesia, globalisasi lebih jauh dapat mempengaruhi pendidikan suatu bangsa. Bukti masuknya globalisasi di Indonesia yang nyata terjadi adalah perkembangan sistem informasi yang begitu pesat. Namun demikian, globalisasi juga memiliki dampak positif yaitu dalam hal proses adopsi berbagai ide dan inovasi yang berkembang di ranah internasional, adaptasi budaya etos kerja yang mumpuni, serta pengembangan pola pendidikan dan sumber daya manusia. Ibarat sebuah pedang bermata dua, globalisasi menjadi faktor yang dapat memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk berkembang dan mencapai puncak kejayaannya sekaligus dapat menghancurkan peradaban bangsa. Tentu, bangsa Indonesia menginginkan globalisasi ini berdampak positif terhadap kemajuan bangsa.
Mahasiswa adalah suatu unsur terpenting dalam mengembangkan pendidikan yang bertujuan untuk mengadaptasi dampak positif globalisasi yang melanda Indonesia. Tanggung jawab pendidikan ini merupakan fungsi social control agar masyarakat Indonesia adaptif terhadap globalisasi dan dapat menyerap sebanyak-banyaknya dampak positif yang mungkin timbul dari penggunaan sarana globalisasi. selain itu mahasiswa juga harus berperan sebagai filter konten - konten yang terbawa oleh arus globalisasi yang kita ketahui bersama selalu membawa dua dampak yakni dampak baik dan buruk. adapun dampak buruk dari globalisasi yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia adalah lunturnya nilai-nilai moral, relijius, dan tatakrama, ini terbukti dengan munculnya beberapa kasus - kasus dalam dunia pendidikan entah itu yang dilakukan oknum murid atau oknum guru, dampak negatif inilah yang harus disaring oleh para mahasiswa dalam memenuhi perannya sebagai social control. sementara sama - sama kita ketahui bahwa dampak positif dari globalisasi tidaklah sedikit dan punya banyak kebaikan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penyokong kemajuan pendidikan di negara ini.maka dari itu perna mahasiswa dalam pendidikan di era globalisasi ini salah satunya adalah sebagai penjaga pintu masuk konten - konten yang terbawa arus globalisasi yang diharapkan mampu memilah - milih mana yang harus dibuang dan mana yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya yang nantinya akan menuntun generasi muda menjadi generasi emas untuk mewujudkan impian tahun 2045
Komentar
Posting Komentar